Desain Fungsional dan Estetika Kontemporer: Menjembatani Tuntutan Modernitas dan Tradisi dalam Furnitur Institusional
Institusi modern, baik komersial, pendidikan, maupun keagamaan, dituntut untuk menampilkan citra yang profesional, terorganisir, dan estetis. Dalam konteks platform publik seperti podium dan mimbar, pemilihan desain yang tepat adalah cerminan dari identitas institusi itu sendiri. Tantangannya adalah mencapai Fleksibilitas Desain Platform Publik: Mengutamakan Fungsionalitas, Estetika Kontemporer, dan Kepatuhan Anggaran Institusi tanpa mengorbankan kualitas material.
Kustomisasi sebagai Strategi Anggaran dan Desain
Mencari desain podium atau mimbar yang sempurna seringkali memerlukan penyesuaian (*kustomisasi*). Hal ini penting untuk memastikan platform tersebut secara ergonomis mendukung pembicara, mengakomodasi perangkat teknologi (mikrofon, *tablet*), dan sesuai dengan dekorasi ruangan. Prinsip Kustomisasi Platform Komunikasi: Menemukan Harga dan Desain Podium yang Tepat untuk Setiap Institusi juga mencakup pengendalian anggaran. Dengan kustomisasi, institusi dapat:
- Mengurangi Biaya Tak Perlu: Hanya menambahkan fitur fungsional yang benar-benar dibutuhkan, menghindari biaya desain yang berlebihan.
- Optimasi Material: Memilih jenis kayu atau kombinasi material (misalnya, *stainless steel* atau akrilik) yang memberikan efek visual terbaik sesuai dengan batas anggaran.
- Integrasi Logo: Memastikan logo institusi terukir atau tertanam secara elegan pada bagian depan podium, memperkuat *branding*.
Mihrab: Kebutuhan Kustomisasi di Tempat Ibadah
Kebutuhan kustomisasi desain tidak hanya berlaku pada podium, tetapi juga pada furnitur keagamaan yang bersifat struktural. Mihrab masjid, misalnya, adalah titik fokus visual yang menandai arah kiblat dan harus selaras dengan arsitektur interior masjid. Meskipun desain klasik berukir masih menjadi pilihan, banyak masjid kontemporer mencari mihrab masjid modern. Desain modern ini cenderung lebih minimalis, menggunakan garis geometris yang bersih, pencahayaan tersembunyi (*hidden lighting*), dan material yang lebih ringan, namun tetap mempertahankan keagungan tempat ibadah.
Dalam merancang mihrab, kustomisasi sangat penting karena:
- Ukuran Ruangan: Mihrab harus proporsional dengan dimensi ruang utama masjid.
- Integrasi Akustik: Desain harus mempertimbangkan aspek akustik, agar suara imam tidak terdistorsi.
- Estetika: Harus cocok dengan *finishing* mimbar dan dekorasi dinding lainnya.
Menyaring Kualitas dari Estetika
Terlepas dari apakah desainnya tradisional atau minimalis, kualitas material adalah faktor non-negosiable. Produsen tepercaya akan menggunakan kayu solid yang telah melalui proses pengeringan yang tepat, menjamin furnitur (podium maupun mihrab) tidak akan melengkung atau retak seiring waktu, terutama dalam kondisi iklim Indonesia. Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, institusi tidak hanya mengamankan platform komunikasi yang indah, tetapi juga aset yang tahan lama.
Komentar
Posting Komentar